Tahap tahap pembuatan aplikasi program software bagian 2

Melanjutkan tulisan sebelumnya dalam tahap pembuatan aplikasi program software, setelah mengetahui sistem informasi yang dibutuhkan klien. Mengetahui tramsaksi utama dengan menggunakan pendekatan retail ( yang klien dan developer bisa saling paham ) sehingga diketahui gambaran struktur database utama yang harus ada.

Untuk lebih detail dari ini, biasanya developer meminta laporan laporan utama yang telah dibuat selama ini. Begitu juga nota manual yang digunakan/keluarkan. Dari laporan yang ada dan juga contoh nota, digunakan untuk analisa database.

Dalam ranah Relation Database Manegemen System atau RDMS hal ini disebut normalisasi. Upaya untuk menguraikan kolom kolom di laporan dan mencari kolom penghubung. Sehingga akan diperoleh tabel dan strukturnya. Tahap ini pertama yang dilakukan developer membuat tabel tabel master atau induk dan tabel transaksi nya.

Tahap tahap pembuatan aplikasi program software bagian 1

Sebuah aplikasi khususnya yang terkait dengan sistem informasi, mempunyai beberapa tahapan dalam membangunnya. Seorang developer aplikasi ketika diminta klien untuk sebuah aplikasi, pertanyaan yang sering diajukan adalah 'program tentang apa'. Maksud pertanyaan tadi adalah untuk mencari tahu sistem yang akan dibuatnya.

Sistem apa pun itu, apabila aplikasi program atau software dalam ranah desktop, bisa didekati dengan acuan transaksi retail. Dalam transaksi retail atau perdagangan umum, secara inti yang menjadi fokus utama adalah transaksi penjualannya. Mengapa yang dijadikan acuan sistem retail?

 

Retail mempunyai sistem yang hampir semua orang bisa memahami. Dalam retail pelaku usaha menjual barang dan mengharap keuntungan. Dalam transaksi penjualan, konsumen bisa belanja banyak item barang dalam satu kali transaksi. Sampai tahap ini, developer sudah bisa membuat konsep struktur tabel database, yaitu ada tabel master detail. Yaitu ada tabel Jual sebagai master dan tabel detailjual sebagai detail. Kedua tabel harus mempunyai hubungan atau relasi agar bisa ditampilkan ulang dalam bentuk suatu nota.

Untuk konsep retail ini hubungan tabel jual dan detailjual adalah kolom no nota. Mengapa? Dalam suatu struk nota, no nota adalah pembeda dari 1 nota ke nota lainnya. Hal ini dimaksudkan agar jika ada komplain konsumen,suatu saat maka bisa ditampilkan lagi.

Coba bayangkan, apabila ada transaksi yang no notanya sama,padahal dari transaksi yang konsumennya ibu A dan satunya ibu B, pasti ada kebingungan untuk cek data yang benar. Sehingga kolom no nota dalam transaksi penjualan harus selalu unik, beda transaksi juga harus beda pula no notanya. Itulah kenapa no nota adalah 'koentji' alias kunci dan dijadikan kolom penghubung.

Persamaan dan perbedaan Developer atau programer aplikasi

Persamaan keduanya harus selesai tahap syntax coding compiler yg dipakai. Artinya adalah kedua sudah mempunyai skill program suatu compiler. Perbedaan antara developer dan programer terletak pada penekanan skill yang dipunyai. Pada dasarnya developer mempunyai skill logic yang midlle up. Kemampuan developer dalam coding meliputi menyimpan menampilkan dan mengubah database serta mampu membuat laporan yang seinformatif mungkin. Itulah kemampuan ‘midlle up’ seorang developer aplikasi.

Adapun seorang programer mempunyai skill coding yang mantap dan kemampuan menterjemahkan logika rumit ke dalam "bait bait" source code dengan baik. Programer terbiasa membuat function atau prosedure yang reusable dan mudah dikembangkan oleh sesama programer lain.

Akan tetapi programer kurang menguasai sistem manajemen informasi yang bisa diterapkan. Ibarat kata, seorang developer bisa membuat sebuah mobil dari merangkai body hingga finishing cat. Dari memasang engine hingga memasang ban. Dari mengkonsep mobil, desain dan bahkan kenyaman mobil bisa dia kerjakan.Adapun engine yang developer buat tidak canggih amat.

Programer fokus dan senang untuk membuat engine yang handal dengan itungan aerodinamik yg berhasil dia terapkan dengan baik di engine itu. Tapi belum tentu bisa merangkai semua komponen mobil sehingga mobil tersebut bisa jalan.

Tahap tahap pembuatan aplikasi program software bagian 3

Merangkum tulisan mengenai tahap pembuatan aplikasi program software bag 1 dan 2 bisa disebutkan sebagai berikut.

1. Memperloeh informasi sistem apa yang akan dibuat.

2. Menggunakan contoh kasus retail atau perdagangan umum untuk mendesain struktur database. Memperoleh berkas laporan laporan dan atau nota untuk mencari kolom kolom yang diperlukan serta menentukan kolom kuncinya. Tahap ke

3 adalah mendesain layout transaksi utama,yaitu transaksi penjualan, agar memperoleh hasil berupa nota yang diinginkan. Modul transaksi mempunyai input dari data induk. Apabila data induk belum ada data, segeralah membuat modulnya.

Developer yang sudah pengalaman sudah mempunyai 'template project' standar yang sudah ada modul login, modul utama, menu laporan dan beberapa modul untuk data induk. Modul data induk meliputi modul Barang, modul pelanggan, modul karyawan dan modul pemasok. Projek standar ini juga sudah dilengkapi database sehingga bisa menghemat banyak waktu untuk membuat projek pesanan yang baru.